Tel: (021) 7579 1377      Email: sekr-ptpsw@bppt.go.id

     1a

      Seminar ilmiah bulanan yang diadakan oleh BMKG ini dilaksanakan pada tanggal 19 November 2019 di BMKG, Jakarta. Dari PTPSW, yang menghadiri acara ini adalah Marina Frederik. Seminar dibuka oleh kapuslitbang BMKG, Nelly Riama, MSi. dan diisi oleh 6 pembicara, yaitu: (1) Dr. Supriyanto Rohadi (BMKG) tentang gempa bumi besar di Indonesia: analisis gempa bumi terkini. Fokus presentasi pada gempa bumi di Ambon (26 September 2019) dan Maluku Utara (15 November). Penelitian ini berkesimpulan pentingnya mempelajari aspek pre-cursor gempa dan identifikasi sesar aktif di Indonesia. (2)  Rudy Soeprihadi, PhD (BAPPENAS) tentang kebijakan perencanaan pembangunan penanggulangan bencana 2020-2024: meningkatkan investasi pengurangan risiko bencana untuk ketangguhan. Memperkenalkan program IDRIP yang bekerjasama dengan BMKG dalam upaya meningkatkan ketangguhan daerah-daerah prioritas khususnya kawasan pesisir untuk menghadapi bencana.Terdapat 3 agenda utama pembangunan terkait pengurangan risiko bencana: (a) pengembangan wilayah, (b) memperkuat infrastruktur, (c) membangun lingkungan hidup.

     (3) Dr. Andri Nugraha (ITB) tentang Identifikasi zona sesar aktif dan struktur 3-D seismic menggunakan jaringan seismograf lokal dan regional di wilayah Indonesia. Hasil studi ini mengidentifikasi seismic gap di pulau Lombok dan memetakan Flores oceanic crust. (4) Gayatri I. Marliyani, PhD tentang tsunami sebagai akibat perubahan vertikal dasar laut. Membahas berbagai mekanisme terjadinya tsunami dan sumber tsunami di dasar laut. Untuk studi peringatan dini tsunami, diperlukan identifikasi potensi sumber dan perulangan gempa serta pemodelan estimasi waktu dan sebaran inundasi.  (5) Bambang S. Putra, MKom tentang kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan tsunami. Mengemukakan rata-rata kerugian tiap tahun akibat bencana adalah sebesar Rp. 34 Triliun dan perkiraan kerugian di tahun 2019 adalah Rp. 40 Triliun. Khusus pada dampak gempa bumi dan tsunami, sejak 2009 – 2019 adalah sekitar 7000 jiwa meninggal atau hilang, sebanyak > 1.7 juta unit bangunan rusak, dan lebih dari 4.5 juta jiwa mengungsi. Untuk itu, diperlukan percepatan pembangunan EWS gempa dan tsunami yang terintergrasi, menyeluruh dan inklusif. (6) Dr. Jaya Murjaya tentang analisis waktu perulangan gempa besar untuk mitigasi bencana. Hasil studi sejarah gempa Bengkulu (1833), Siberut (1797), Sumatera Utara (1861), dan Gorontalo (1941) dan berdasarkan perhitungan static stress drop, ditemukan estimasi waktu perulangan gempa besar di daerah-daerah tersebut

Statistik Pengunjung

1.png0.png8.png5.png5.png7.png
Today18
Yesterday99
This week564
This month2779

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah (PTPSW) - BPPT 

Gedung Geostech 820 Kawasan Puspitek Serpong

Telp. 021.75791377, 021.75751379; Ext. 9025/4404

Fax. 021.75791401